My Experience Love Story – Sekolah Menengah Pertama

smp

Lanjut yukkkk….

Kedua, masuk sekolah menengah pertama, aku dekat dan pacaran lagi di kelas tujuh. Aku kelas 7-1 dan dia kelas 7-3. Entah bagaimana, kami terkenal sebagai couple pada saat itu. Mungkin karena kami suka berangkat atau pulang bareng kali ya? Nggak tau deh aku juga, semua berjalan begitu saja. Aku ingat sekali janji dia beberapa minggu sebelum anniversary, dia mau ngajak aku keliling Jakarta satu hari, tapi ya..janji sekedar janji aja hahha seminggu sebelum anniv, kami putus. Aku juga lupa sih alasannya ini apa juga. Tapi seingatku, aku pernah liat dia chatting sama temen dekatku hehehe. Dia juga udah berubah sih. Yang tadinya dia rajin shalat, anak baik-baik, tiba-tiba berubah jadi anak yang super duper bandel. Parah. Kelas delapan, aku udah putus sama dia, dan sebelum dia pacaran dengan salah satu anak di kelas 8-2, dia pernah kena masalah. For your information, selama sekolah, aku nggak pernah yang namanya cari masalah. Berusaha untuk menjauhi ruang BK/BP. Tapi karena mantanku satu ini, untuk pertama kalinya aku dipanggil ke ruang BK/BP. Asli, kalian yang nggak pernah menginjakkan ruang BK/BP pasti taulah ya perasaannya gimana. Aku gemeteran banget pada saat itu, aku keringat dingin, padahal bukan aku yang buat masalah. Disitu aku hanya ditanyain tentang dia, kata guru BK/BPku saat itu, Mamanya nanyain yang lagi dekat denganku siapa, dan mau ketemu. You know what?! guru BK/BP itu bilang aku yang lagi dekat sama dia.

Wah gela sehhhh. Tapi karena guru ini tau aku anak yang baik-baik, hehe. Yaa…akhirnya dibelain gitu. Aku juga sempat bilang ke guru ini kalau aku juga bingung kenapa mantanku ini berubah jadi nakal banget, padahal sebelumnya nggak pernah senakal ini. Yaudah, setelah itu galau-galauanpun terjadi selama dua tahun hahaha. Tapi dianya biasa aja haha. Bahkan nggak lama putus, dia pacaran lagi 🙂

Kelas delapan, aku juga sempat pacaran sama kakak kelas. Dan mulai dari sini, aku percaya kalau cowok perhatian pada saat PDKT aja, setelah mendapatkan apa yang dia mau, yaudah dibuang gitu aja. Jarang ngabarin dengan berbagai macam alasannya dia. Kutahan sebulan. Pas banget sebulan pacaran, aku putusin dia. Dua minggu setelahnya, dia ngajak balikan HAHA ya ogahlah.

 

 

***

sumber gambar:

https://www.google.com/search?client=firefox-b-ab&biw=1366&bih=693&tbm=isch&sa=1&ei=CiIOW93-Ms_d9QOI27OQDA&q=sekolah+menengah+pertama&oq=sekolah+menengah+pertama&gs_l=img.3…927687.931299.0.931479.24.12.0.0.0.0.0.0..0.0….0…1c.1.64.img..24.0.0….0.B_v5dh_TWeM#imgrc=Z04c0NNUZMnNAM:

 

Advertisements

My Experience Love Story – Sekolah Dasar

e2850-sd

Setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing. Kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan seseorang tidak bisa kita bandingkan dengan yang kita miliki. Terutama kesabaran, kesabaran dalam menunggu dalam ketidakpastian sangat amat membuang-buang waktu, tenaga, kuota, dan perasaan. Disini aku mau bercerita tentang pengalamanku yang panjang ini..

Oke, awal pacaranku dimulai ketika aku duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Aku berpacaran dengan seseorang yang sering curhat denganku dulu, kami menjalankan hubungan yang putus-nyambung. Dan disitu aku bukan pacaran yang ngumbar-ngumbar kemesraan, panggil ayah-bunda/mama-papa or something like that. Really. Aku gak pernah pacaran seperti itu. Pacaranku masih malu-malu, ketemu sekedar di sekolah, di tempat les, dan di taman gak jauh dari rumah. Biasanya ke taman juga gak cuman berdua, tapi rame-rame, duduk juga gak hadep-hadepan hahaha. Sebelahan sih, tapi ya gitu.. dia duduk arahnya kebelakang, aku duduknya arah depan 🙂

Lucu juga sih kalo diingat-ingat. Setelah tiga bulan pacaran, akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu. Entah alasannya apa, aku juga lupa.

 

***

 

Sumber:

https://www.google.com/search?q=sekolah+dasar&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwim4bKyxqzbAhUTOisKHYjrBygQ_AUICigB&biw=1366&bih=693#imgrc=RRDpqvp78camBM:

https://meldalialestari.wordpress.com/2016/12/06/karakteristik-dan-ciri-perkembangan-anak-usia-sekolah-dasar-sd/

Move on, eh?

Minggu, 27 November 2017.

19:05 WIB.




Apa yang terjadi pada masa kini bisa jadi terjadi karena kesalahan kita di masa lampau. Baik dan buruk akan menjadi pengaruh dengan hidup yang kita jalani sekarang.

Iya seperti yang gue alami sekarang. Dimana gue harus sekelas sama mantan gue. Temen-temen lo masih suka ngeledekin kita, eh salah, maksudnya lo dan gue. Gue jelas baper, tapi ketika gue liat sikap lo yang dekat sama cewek sana sini, gue rasa lo udah move on dari gue.

Awalnya gue seneng lo ada yang baru, tapi makin kesini gue seringkali nyesek ngeliatnya tanpa lo sadari.

Pada saat itu short trip ke puncaknya, gue bahagia.

Padahal empat hari sebelumnya gue badmood banget karena kepikiran sesuatu. Lo yang buat mood gue down, dan lo juga yang buat mood gue naik. Apa yang lo lakukan pada saat itu gue kira dari hati, ternyata setelah dengar penuturan teman gue, lo hanya ‘kasihan’ sama gue yang kedinginan. Fine.

Gue terlalu bodoh masih mengharapkan lo padahal gue tau kenyataannya kita gabakal balik lagi. Selama ini gue selalu mencoba untuk move on dari lo, tapi sikap lo ke gue selalu bikin gue baper tau ga?

Dari yang megang kepala gue, gangguin gue, ngelus tangan gue, narik tangan gue supaya bisa meluk lo. Hahahha. Terlalu murahan gue ya.

Belakangan ini, gue udah sedikit menjauh dari lo kok. Tapi gue masih ragu. Gue selalu ragu.

Eits…

Tenang aja.

Setelah gue lihat postingan sosial media lo lagi, gue fix memutuskan untuk bener-bener ngejauh dari lo.

Gue ga perduli apa kata mereka. Yang terpenting sekarang, gue mau menyembuhkan hati gue yang udah lo patahkan berulang kali ini.

Bye.

Your ex,

:)